Zaman sekarang adalah zaman yang membuat manusia tidak akan ingin ketinggalan informasi dan hal hal yang baru. Dengan kecanggihan teknologi tentu seseorang akan mudah memperoleh informasi dan hal baru dalam hidupnya. Lantas, kenapa konten-konten sampah yang isinya tidak ada unsur edukasi sangat laris dan populer di Indonesia?

Berikut ini beberapa alasan mengenai konten sampah yang sangat laris dan populer di Indonesia yang telah indonesiar.com rangkum:

  • Terlalu banyak mengkhayal

tidak perlu dipungkiri lagi banyak tayangan konten sampah laris dan populer di Indonesia karena banyak masyarakat yang selalu memiliki angan angan yang sangat tinggi meskipun tidak diimbangi dengan peningkatan kualitasnya. Akibatnya adalah orang cenderung terbuai dengan suatu angan-angan yang tidak jelas tujuannya.

  • Para Pembuat Konten Mengetahui Potensi Pasar

Tentu saja para kreator konten pasti tahu betul mana konten yang kira-kira berpotensi akan populer. Dengan membuat konten yang menarik dan populer tentu akan menghasilkan penghasilan dan popularitas yang tinggi sehingga akan dikenal publik.

  • Masyarakat Malas Berinovasi

Menonton konten-konten sampah yang dibuat oleh para kreator dan influencer tentu tidak perlu membutuhkan kemampuan berpikir dan tidak perlu menggunakan kemampuan untuk belajar. Jadi tidak heran kalau konten-konten sampah akan tetap disukai masyarakat.

  • Para Kreator dan influencer mencari sponsor sebanyaknya

karena konten sampah sangat digemari kebanyakan masyarakat tentu akan menjadi trending dan viral di masyarakat sehingga para kreator dan influencer akan mendapatkan uang sebanyaknya dari beberapa pihal untuk menjadi sponsor kreator atau influencer dengan tujuan komersil seperti iklan produk ataupun kampanye sosial dan politik.

Jadi, konten sampah akan tetap laris dan populer di Indonesia. Mengapa demikian? karena konten-konten edukasi masih dianggap hal yang membosankan bagi banyak masyarakat. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here