Indonesiar.com – Didi Kempot telah meninggal dunia pada Selasa (5/5) pagi di Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo – Jawa Tengah. Ia berpulang dengan sejumlah fakta yang masih belum banyak diketahui publik. Intip selengkapnya di bawah.

1. Tak Pakai Whatsapp

Di era yang serba mudah dengan kecanggihan teknologi komunikasi hari ini, Didi Kempot masih setia jadi pengguna SMS. Ya, chat via aplikasi tak biasa ia lakukan. Hal itu diungkap Gofar Hilman dalam kanal Youtubenya Selasa (5/5) malam.”Pakde Didi bukan tipe yang Whatsapp ya, dia SMS. SMS man, SMS dan telepon. Cuma sungkan kalau mau telepon dia takut mengganggu makanya kalau ada apa-apa selalu telepon Mas Blontank,” tuturnya. Mas Blontank adalah blogger sekaligus sahabat Didi Kempot.

2. Menolak Tawaran Jadi Juri di TV

Didi Kempot pernah menolak tawaran jadi juri di salah satu ajang pencarian bakat. Hal itu diungkap juga oleh Gofar dalam video tersebut.”Sebelumnya dia tuh pernah menjadi juri ajang pencarian bakat dangdut kalau nggak salah. Dan Pakde Didi akhirnya kayak ‘Duh kayaknya bukan gue deh, gue nggak di sini tempatnya’,” terang Gofar.

Menurut Didi, ia adalah seniman yang tugasnya bikin lagu dan menyanyi bukan menilai layaknya juri.

“Pakde bilang bahwa silahkan hak orang lain untuk ikut di acara ini. Tugas saya itu sebagai musisi gitu, menciptakan lagu dan bernyanyi seperti saya kurang suka mengambil job seperti ini. pure seniman, pure seniman,” lanjut Gofar.

3. Honornya Naik Berkali Lipat

Didi Kempot kerap menyebut betapa acara Ngobam Gofar Hilman menjadi titik balik kejayaannya. Ia sampai alami kenaikan honor yang luar biasa.”Beliau (Didi Kempot) cerita, ‘Mas Gofar, kamu tahu nggak, sebelum Ngobam fee manggung saya berapa? 10,25. Tahu nggak sekarang saya berapa? Ratusan juta rupiah’,” tukas Gofar.

Gofar lantas menjelaskan, itu semua bukan karena Ngobam. Gofar berkali-kali menekankan itu. Baginya Didi Kempot sudah begitu melegenda tanpa Ngobam.

4. Sebulan Bisa 30 Panggung

Kendati begitu, tak bisa dipungkiri, pasca Ngobam job Didi Kempot makin menggila. Menurut Gofar, jadwal manggungnya bisa 30 kali sebulan.”Pakde tuh semenjak Ngobam luar biasa kesibukannya. Dimana ya memang sudah saatnya beliau lebih dihargai daripada sebelumnya. Sebulan bisa sampai 30 panggung,” ujarnya.

5. Selalu Berbahasa Jawa Krama Inggil

Sosoknya yang begitu menjunjung tinggi budaya Jawa, Didi Kempot juga dikenal setia menggunakan bahasa Jawa Kromo Inggil. Hal itu diungkap oleh Blontank, dalam tulisannya pada Selasa (5/5) lalu.”Saya bersaksi, Mas Didik prasetyo a.k.a Didi Kempot orang baik. Almarhum ramah kepada siapa saja, selalu berbahasa Jawa krama inggil kepada orang yang belum dikenalnya,” tulis Blontank.

6. Muslim yang Dermawan

Bukan sosok yang kerap menampakkan religiusitasnya di depan publik, rupanya Didi Kempot adalah seorang muslim yang dermawan.”Buat yang masih meragukan siapa Mas Didi, beliau adalah seorang muslim yang dermawan. Dia juga membangun masjid di Ngawi sebagai hadiah kepada istrinya yang selalu dia banggakan sebagai ahli wirid dan senang pengajian,” tulis Blontang.

7. Punya Istri Ahli Wirid

Ya, istri Didi Kempot adalah sosok yang gemar wirid. Didi bahkan menyebut, berkat hal itu ia jadi sesukses sekarang.”Kalau bukan karena banyak wiridan Mbak Putri (istrinya), mungkin saya tidak sekuat sekarang, Mas. Alhamdulillah selalu diparingi sehat dan kuat oleh Gusti Allah,” tulis Blontank menirukan ucapan Didi Kempot.

8. Pernah Tak Ingin Diliput Media

Sosoknya begitu menarik perhatian media. Hingga pada satu momen, Didi Kempot enggan diliput. Momen itu adalah kala ia hendak menyalurkan donasi.”Baru ku tahu beberapa hari lalu, ternyata Mas Didi ingin datang ke #RBI, kapan-kapan tanpa ada wartawan. Dia tidak mau diliput media terkait penyaluran donasi,” tulis Blontank.

9. Tak Merasa Dirinya Maestro

Sebagai seniman yang sudah berkiprah selama puluhan tahun, Didi Kempot rupanya tak merasa dirinya maestro. Ia bahkan sempat menyebut dirinya sebagai penyanyi desa.Hal itu diungkap Gofar dalam video Youtube-nya. Ia ceritakan awal pertemuannya dengan Didi. “Pertanyaan dia cuma satu, ‘Mas Gofar, Mas Gofar kan artis ibukota ngapain jauh-jauh ke Solo ketemu sama penyanyi desa?” tutur Gofar menirukan ucapan sang maestro.

Mendengar itu, Gofar jelaskan betapa Didi adalah seorang legenda. “Pakde, Pakde itu legend. Semua orang mengenal lagu-lagu pakde, semua orang hidup di lagu-lagu Pakde. Banyak orang apalagi di Jawa, udah sangat Didi Kempot sekali,” ujarnya.

10. Rajin Donor Darah

Di tengah kesibukannya, Didi Kempot masih sempat mendonorkan darah. Donor darah ini rajin ia lakukan, ia sampai mendapat pin emas dari PMI pusat dan provinsi. Hal itu diungkap oleh Sudirman Said, Sekjen PMI.“Kita kehilangan seniman dan budayawan besar, yang menjadi wakil dari suara rakyat kebanyakan. Tidak banyak yang tahu kalau Mas Didi Juga pendonor sejati. Sudah lebih dari 140 kali, secara teratur mendonorkan darahnya,” tuturnya dilansir dari Kumparan.com.

11. Tak Segan Ajak Kru Berfoto

Dilansir dari Liputan6.com, penyanyi yang sudah ciptakan ribuan lagu ini pernah mengajak kru berfoto bersama. “Nanti foto saya kirim kalau sudah jadi,” tukas Didi kala itu.Kru tersebut adalah Parma Andhika Puspita Dewi, penyiar radio RHK sekaligus reporter radio Elshinta. Ia bertugas sebagai MC saat itu.

Benar saja, dua minggu kemudian Didi Kempot mengirimkan foto itu. Tak bisa langsung dikirim karena foto masih menggunakan film dan butuh waktu memproses cuci cetak.

12. Tak Pernah Tolak Wawancara

Semasa hidupnya, Didi Kempot merupakan penyanyi yang ramah kepada siapapun, termasuk rekan-rekan wartawan hiburan. Ada beberapa wartawan hiburan dari berbagai media, online khususnya, penyanyi 53 tahun itu satu seniman paling ramah kepada media.”Pakde Didi Kempot ramah banget sama wartawan. Dia mau diwawancara, bahkan kalau habis tampil (konser) walaupun wajahnya lelah, dia mau menerima kami,” kata Rangga, wartawan Indonesiar.com pada Selasa (5/5) lalu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here