Industri mobil penumpang di China hanyalah industri kecil pada 3 dekade pertama masa sosialis Cina. Sampai akhir 1985, negara ini hanya memproduksi 5.200 unit mobil saja. Untuk mengumumkan bahwa kepemilikan barang-barang konsumsi tidak lagi diatur secara politik dan untuk mengiklankan bahwa pasar Cina telah terbuka bagi produk asing, sebuah berita menghebohkan tentang seorang petani Cina yang dapat membeli mobil tersebar ke seluruh dunia. Sun Guiying, seorang peternak ayam dekat Beijing, diketahui membeli Toyota Publica berwarna silver dari pendapatannya sendiri.

Meskipun artikel tersebut ternyata bohong (Ny. Guiying tidak bisa menyetir mobil, dan suaminya ternyata adalah seorang pejabat tinggi), berita tersebut menyebar dengan luas. Penjualan mobil melonjak drastis, meskipun kebanyakan dibeli melalui danweis (unit-unit kerja) – kepemilikan kendaraan pribadi saat itu belum diketahui orang meski ada cerita Sun Guiying.

Karena produksi domestik saat itu sangat sedikit, maka impor mobil dari luar negeri mengucur deras. Sebelum tahun 1984, eksportir mobil paling besar ke China adalah Uni Soviet. Tahun 1984, ekspor mobil Jepang ke China naik tujuh kali lipat (dari 10.800 menjadi 85.000 unit). Pada pertengahan tahun 1985, China menjadi pasar ekspor kedua terbesar Jepang setelah Amerika Serikat. Negara ini menghabiskan 3 miliar dolar AS untuk mengimpor sekitar 350.000 unit kendaraan (termasuk 106.000 unit mobil dan 111.000 truk) pada tahun 1985 saja. Ada 3 perusahaan taksi besar yang haus akan mobil-mobil Jepang seperti Toyota Crown dan Nissan Bluebird.

Impor mobil dari luar negeri yang sangat besar pun menyebabkan defisit perdagangan parah yang akhirnya membuat pemerintah Tiongkok membuat kebijakan “pengereman”, baik melalui propaganda maupun perdagangan yang semakin dipersulit. Pajak barang impor dinaikkan bulan Maret 1985 dan sebuah pajak baru kemudian ditambahkan juga. Pada bulan September 1985, keluarlah kebijakan moratorium impor kendaraan dari luar selama 2 tahun.

Ketika membatasi impor, Cina juga mencoba meningkatkan produksi lokalnya dengan membuat perusahaan joint ventura. Tahun 1983, American Motors Corporation (AMC, nantinya diakuisisi oleh Chrysler Corporation) menandatangani kontrak 20 tahun untuk memproduksi kendaraan Jeep mereka di Beijing. Tahun berikutnya, Volkswagen menandatangani kontrak 25 tahun untuk memproduksi mobil di Shanghai. Peugeot juga menandatangani kontrak untuk memproduksi mobilnya di kota Guangzhou. Kontrak kerja sama awal ini tidak memperbolehkan Cina untuk memakai teknologi-teknologi canggih dari luar, sehingga perakitan kendaraan adalah jenis usaha yang paling banyak dilakukan. Sangat inspiratif ya! Oh iya, apakah kamu juga punya komitmen untuk maju?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here